A. Definisi
Flu Burung merupakan infeksi oleh virus influenza A subtipe H5N1 (H=hemagglutinin; N= neuraminidase) yang pada umumnya menyerang unggas, burung, ayam dan dapat menyerang manusia (penyakit zoonosis) .Virus H5N1 termasuk virus influenza A, yang inangnya adalah burung yang hidup di air (aquatic bird). Virus ini akhirnya beradaptasi dengan inang dan tidak menyebabkan penyakit pada inangnya tersebut. Beberapa inang yang permanen dari virus influenza A adalah mamalia, babi, kuda, dan ayam ternak. Dan umumnya virus influenza ini adalah host specific, dimana virus yang menginfeksi mamalia hanya menginfeksi manusia.Virus influenza yang memiliki RNA sebagai genomnya adalah virus yang mudah berubah, bisa berupa antigenic shift, yang diakibatkan adanya akumulasi mutasi pada genomnya, bisa juga berupa antigenic drift, yaitu terjadinya persilangan genom antara virus dengan tipe yang berbeda.
B. Sumber Penularan
Penyakit Flu Burung disebabkan oleh :
Spesies : virus influenza tipe A, ( virus RNA )
Genus : influenza
Famili : Orthomyxoviridae
Virus unfluenza pada unggas dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pad duhu 27 C dan lebih dari 30 hari pada suhu 0 C. Di dalam tinja unggas dan dalam tubh unggas sakit dapat hidup lama, tetapi mati pada pemanasan 80 C dalam waktu 1 menit atau 56 C selama 3 jam dan pemanasan 60 C selama 30 menit. Virus ini kana mati dengan deterjan, disinfektan misalnya formalin , cairan yang mengandung iodine dan alcohol 70 %.
Salah satu yang penting dari virus influenza adalah kemampuannya untuk mengubah antigen permukaan (H dan N) secara baik dan cepat / mendadak maupun lambat (bertahun-tahun).Peristiwa terjadinya perubahan besar dari stuktur antigen permukaan yang nterjadi secara singkat disebut antigenic shift.
Sejak dulu diduga kondisi yang memudahkan terjadinya antigenic shift adalah adanya penduduk yang bermukim di dekat daerah peternakan unggas dan babi. Karena babi bersifat rentan terhadap infeksi baik oleh avian maupun human virus maka hewan tersebut dapat berperan sebagai lahan pencampur (mixing vessel) untuk penyusunnan kembali gen-gen yang beasal dari kedua virus tersebut, sehingga menyebabkan terbentuknya subtype virus yang baru. Akhir-akhir ini diketahui adanya kemungkinan mekanisme sekunder untuk terjadinya perubahan ini. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa setidaknya ada beberapa dari 15 subtipe virus influenz yang terdapat pada populasi burung dimana manusia dapat berfungsi sebagai lahan pencampur. Bukti yang nyata akan peristiwa ini adalah terjadinya pandemic pada tahun 1957 oleh subtype virus H2N2, dan Pada tahun 1968 oleh pandemic virus H3N2.(buku ajar ilmu penyakit dalam edisi keempat-jilid III,pusat penebitan ilmu penyakit dalam FK UI).
1. Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia ,masa inkubasi, dan pencegahan pada unggas, manusia dan masyarakat.
A. Gejala pada unggas.
- Jengger berwarna biru
- Borok dikaki
- Kematian mendadak
B. Gejala pada manusia.
- Demam (suhu badan diatas 38 C)
- Batuk dan nyeri tenggorokan
- Radang saluran pernapasan atas
- Pneumonia
- Infeksi mata
- Nyeri otot
C. Masa Inkubasi
- Pada Unggas : 1 minggu
- Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari .
2. Pencegahan unggas,manusia dan masyarakat
a. Pada unggas
1. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
2. Vaksinasi pada unggas yang sehat
b. Pada Manusia :
a. Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang)
b. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
c. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung.
c. Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).
d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
c. Masyarakat umum
a. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat
cukup.
b. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
- Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada
tubuhnya)
- Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 80C selama 1 menit
dan pada telur sampai dengan suhu ± 60C selama 4,5 menit.
- Imunisasi.
(http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/072005/flu_burung.pdf)
Tabel 1.
Distribusi Kasus yang Telah Dikonfirmasi (lab referens WHO) & CFR Menurut Daerah
No
Propinsi/Kabupaten/Kota
Kasus
Meninggal
Case Fatality Rate (CFR; %)
1
Banten
4
3
75%
2
DKI Jakarta
9
8
87.5%
Jakarta Selatan
3
2
66.6%
Jakarta Timur
4
4
100%
Jakarta Utara
1
1
100%
Jakarta Pusat
0
0
0
Jakarta Barat
1
1
100%
3
Lampung
3
0
0
4.
Jawa Barat
10
8
80%
5
Jawa Tengah
1
0
0%
Total
27
19
70.3
Konfirmasi Laboratorium WHO Reference (Juli 2005-23 Februari 2006) Jumlah kasus yang dikonfirmasi sebanyak 27. 19 diantaranya meninggal (CFR 70,3%). Dalam jumlah kasus yang dikonfirmasi AI, Indonesia menempati urutan ke 2 di dunia. Pada urutan pertama adalah Vietnam dengan jumlah kasus 93. Untuk jumlah cluster AI dalam keluarga (family cluster), Indonesia memiliki jumlah terbesar, sebanyak 5 cluster.
Menurut jenis kelamin, 59,2% (16 kasus) adalah laki-laki, dan 40,8% (11 kasus)perempuan. 5 Propinsi memiliki kasus AI (dikonfirmasi) pada manusia, yaitu:Banten, DKI Jakarta, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, pada 14 kabupaten(tabel 1, terlampir). Propinsi Jawa Barat memiliki jumlah kasus terbanyak, 10 orang dengan 8 diantaranya meninggal. DKI Jakarta pada urutan berikutnya dengan 9 kasus, 8 diantaranya meninggal. Berikutnya, Banten, memiliki 4 kasus, 3 diantaranya meninggal.
(http://www.litbang.depkes.go.id/download/litbang/PressRelease.pdf )
3. Yang harus dilakukan saat ada orang terinfeksi virus Flu Burung (H5N1)
• Bawalah segera orang yang menderita demam tinggi tersebut ke rumah sakit terdekat.
• Jangan mengobati sendiri, minumlah obat yang diresepkan oleh dokter.
• Hindari kontak yang tak perlu dengan orang yang terinfeksi Flu Burung (H5N1). Jika harus terjadi kontak, gunakan pakaian pelindung.
(community based avian influenza control project, tanggap flu burung)
4. Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Uji konfirmasi:
a. Kultur dan identifikasi H5N1.
b. Uji Real Time Nested PCR
c. Uji Serologi
- IFA test
- Uji netralisasi
- Uji Penapisan
Pemeriksaan lain
Hematologi: Hemoglobin,Leukosit,Trombosit
Kimia : Albumin/Globlin,SGOT/SGPT,Ureum,keratin,kinase,Analisa Gas darah
Radiologi : Pemeriksaan foto toraks PA dan lateral.
Flu Burung merupakan infeksi oleh virus influenza A subtipe H5N1 (H=hemagglutinin; N= neuraminidase) yang pada umumnya menyerang unggas, burung, ayam dan dapat menyerang manusia (penyakit zoonosis) .Virus H5N1 termasuk virus influenza A, yang inangnya adalah burung yang hidup di air (aquatic bird). Virus ini akhirnya beradaptasi dengan inang dan tidak menyebabkan penyakit pada inangnya tersebut. Beberapa inang yang permanen dari virus influenza A adalah mamalia, babi, kuda, dan ayam ternak. Dan umumnya virus influenza ini adalah host specific, dimana virus yang menginfeksi mamalia hanya menginfeksi manusia.Virus influenza yang memiliki RNA sebagai genomnya adalah virus yang mudah berubah, bisa berupa antigenic shift, yang diakibatkan adanya akumulasi mutasi pada genomnya, bisa juga berupa antigenic drift, yaitu terjadinya persilangan genom antara virus dengan tipe yang berbeda.
B. Sumber Penularan
Penyakit Flu Burung disebabkan oleh :
Spesies : virus influenza tipe A, ( virus RNA )
Genus : influenza
Famili : Orthomyxoviridae
Virus unfluenza pada unggas dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pad duhu 27 C dan lebih dari 30 hari pada suhu 0 C. Di dalam tinja unggas dan dalam tubh unggas sakit dapat hidup lama, tetapi mati pada pemanasan 80 C dalam waktu 1 menit atau 56 C selama 3 jam dan pemanasan 60 C selama 30 menit. Virus ini kana mati dengan deterjan, disinfektan misalnya formalin , cairan yang mengandung iodine dan alcohol 70 %.
Salah satu yang penting dari virus influenza adalah kemampuannya untuk mengubah antigen permukaan (H dan N) secara baik dan cepat / mendadak maupun lambat (bertahun-tahun).Peristiwa terjadinya perubahan besar dari stuktur antigen permukaan yang nterjadi secara singkat disebut antigenic shift.
Sejak dulu diduga kondisi yang memudahkan terjadinya antigenic shift adalah adanya penduduk yang bermukim di dekat daerah peternakan unggas dan babi. Karena babi bersifat rentan terhadap infeksi baik oleh avian maupun human virus maka hewan tersebut dapat berperan sebagai lahan pencampur (mixing vessel) untuk penyusunnan kembali gen-gen yang beasal dari kedua virus tersebut, sehingga menyebabkan terbentuknya subtype virus yang baru. Akhir-akhir ini diketahui adanya kemungkinan mekanisme sekunder untuk terjadinya perubahan ini. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa setidaknya ada beberapa dari 15 subtipe virus influenz yang terdapat pada populasi burung dimana manusia dapat berfungsi sebagai lahan pencampur. Bukti yang nyata akan peristiwa ini adalah terjadinya pandemic pada tahun 1957 oleh subtype virus H2N2, dan Pada tahun 1968 oleh pandemic virus H3N2.(buku ajar ilmu penyakit dalam edisi keempat-jilid III,pusat penebitan ilmu penyakit dalam FK UI).
1. Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia ,masa inkubasi, dan pencegahan pada unggas, manusia dan masyarakat.
A. Gejala pada unggas.
- Jengger berwarna biru
- Borok dikaki
- Kematian mendadak
B. Gejala pada manusia.
- Demam (suhu badan diatas 38 C)
- Batuk dan nyeri tenggorokan
- Radang saluran pernapasan atas
- Pneumonia
- Infeksi mata
- Nyeri otot
C. Masa Inkubasi
- Pada Unggas : 1 minggu
- Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari .
2. Pencegahan unggas,manusia dan masyarakat
a. Pada unggas
1. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
2. Vaksinasi pada unggas yang sehat
b. Pada Manusia :
a. Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang)
b. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
c. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung.
c. Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).
d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
c. Masyarakat umum
a. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat
cukup.
b. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
- Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada
tubuhnya)
- Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 80C selama 1 menit
dan pada telur sampai dengan suhu ± 60C selama 4,5 menit.
- Imunisasi.
(http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/072005/flu_burung.pdf)
Tabel 1.
Distribusi Kasus yang Telah Dikonfirmasi (lab referens WHO) & CFR Menurut Daerah
No
Propinsi/Kabupaten/Kota
Kasus
Meninggal
Case Fatality Rate (CFR; %)
1
Banten
4
3
75%
2
DKI Jakarta
9
8
87.5%
Jakarta Selatan
3
2
66.6%
Jakarta Timur
4
4
100%
Jakarta Utara
1
1
100%
Jakarta Pusat
0
0
0
Jakarta Barat
1
1
100%
3
Lampung
3
0
0
4.
Jawa Barat
10
8
80%
5
Jawa Tengah
1
0
0%
Total
27
19
70.3
Konfirmasi Laboratorium WHO Reference (Juli 2005-23 Februari 2006) Jumlah kasus yang dikonfirmasi sebanyak 27. 19 diantaranya meninggal (CFR 70,3%). Dalam jumlah kasus yang dikonfirmasi AI, Indonesia menempati urutan ke 2 di dunia. Pada urutan pertama adalah Vietnam dengan jumlah kasus 93. Untuk jumlah cluster AI dalam keluarga (family cluster), Indonesia memiliki jumlah terbesar, sebanyak 5 cluster.
Menurut jenis kelamin, 59,2% (16 kasus) adalah laki-laki, dan 40,8% (11 kasus)perempuan. 5 Propinsi memiliki kasus AI (dikonfirmasi) pada manusia, yaitu:Banten, DKI Jakarta, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, pada 14 kabupaten(tabel 1, terlampir). Propinsi Jawa Barat memiliki jumlah kasus terbanyak, 10 orang dengan 8 diantaranya meninggal. DKI Jakarta pada urutan berikutnya dengan 9 kasus, 8 diantaranya meninggal. Berikutnya, Banten, memiliki 4 kasus, 3 diantaranya meninggal.
(http://www.litbang.depkes.go.id/download/litbang/PressRelease.pdf )
3. Yang harus dilakukan saat ada orang terinfeksi virus Flu Burung (H5N1)
• Bawalah segera orang yang menderita demam tinggi tersebut ke rumah sakit terdekat.
• Jangan mengobati sendiri, minumlah obat yang diresepkan oleh dokter.
• Hindari kontak yang tak perlu dengan orang yang terinfeksi Flu Burung (H5N1). Jika harus terjadi kontak, gunakan pakaian pelindung.
(community based avian influenza control project, tanggap flu burung)
4. Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Uji konfirmasi:
a. Kultur dan identifikasi H5N1.
b. Uji Real Time Nested PCR
c. Uji Serologi
- IFA test
- Uji netralisasi
- Uji Penapisan
Pemeriksaan lain
Hematologi: Hemoglobin,Leukosit,Trombosit
Kimia : Albumin/Globlin,SGOT/SGPT,Ureum,keratin,kinase,Analisa Gas darah
Radiologi : Pemeriksaan foto toraks PA dan lateral.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar