1.Pengertian
Embrio (bahasa Yunani: έμβρυον) adalah sebuah eukariota diploid multisel dalam tahap paling awal dari perkembangan.
2. Gametogenesis :Konversi Sel-sel benih menjadi gamet pria dan wanita
Perkembangan gen seseorang manusia dimulai dengan pembuahan ,sutau proses dimana spermatozoa dari pria dan oosit dari wanita bergabung membentuk suatu organisme baru yaitu zigot.Dalam persiapanuntuk pembuahan,baik sel benih pria maupun wanita tersebut mengalami sejumlah perubahan yang melibatkan kromosom maupun sitoplasma .Sejumlah perubahan ini memiliki dua tujuan :
A. Mengurai junlah kromosom dari jumlah diploid 46,yang ditemukan pada sel somatik menjadi jumlah haploid 23,yang kita temukan pada gamet.
B. Mengubah bentuk sel-sel benih sebagai persiapan untuk pembuahan .Sel benih pria yang mula-mula besar dan bulat ,praktis kehilangan semua sitoplasmanya dan membentuk kepala ,leher dan ekor .Sel benih wanita,sebaliknya ,berangsur-angsur menjadi lebihh besar sebagai akibat dari penambahan jumlah sitoplasma .Pada saat mencapai kematangan ,oosit memiliki garis tengah kira-kira 120 um.
Sel somatic manusia mengandung 23 pasang atau jumlah kromosom yang diploid .Ada 22 pasang kromosom yang tepat sama ,autosom dan 1 pasang kromosom seks .Kalau pasangan kromosom seks tersebut adalah XX,individu tersebut secara genetika wanita;kalau pasangan tersebut adalah XY.
a. Oogenesis
Begitu sel-sel benih primodial tiba kelenjar kelamin yang secara genetic wanita. Mereka berdeferisiansi menajdi oogania .Sel ini mengalmai sejumlah pembelahan mitosis dan menjelang akhir bual ketiga,mereka tersusun dalam kelompok-kelompok yang dikelilingi selapis sel epitel gepeng.
Memasuki pubertas ,5-15 folikel primordial mulai mencapai kematangan pada setiap daur ovarium.Oosit primer(tetap dalam tahap diploten) mulai membesar ,sementara sel folikuler yang mengelilinya berubah bentuk dari gepeng menjadi kuboid dan berproliferasi membentuk epitel bertingkat sel granulose.Folikel ini sekarang disebut folikel primer.sel granulose terletak di atas suatu membrane basalis yang memisahkan mereka dari sel stroma sekelilingnya yang membentuk teka folikuli.Disamping itu sel-sel granulose dan oosit mengeluarkan suatu lapisan glikoprotein pada permukaan oosit tersebut ,sehingga membentuk zona pelusida.Karena folikel terus berkembang ,sel-sel folikuli menjadi tersusun menjadi satu lapisan dalam sel sekretorik.
Gambar oogenesis
b. Spermatogenesis
Spermatogenesis mencakup semua peristiwa yang berlangsung pada saat spermatogonia berubah menjadi spermatozoa.Pada pria,diferensiasai sel benih primordial mulai pada masa pubertas;tetapi pada wanita ,proses ini mulai in utero pada bulan ketiga perkembangan .Pada saat lahir ,sel benih pada laki-laki dapat dikenali di dalam tali benih testis sebagai sel yang besar,pucat,dikelilingi sel penunjang.
Sesat sebelum pubertas,tali benih menajdi berongga dan menjadi tubuli seminiferi.Kira-kira pada saat yang sama ,sel benih primordial berkembang menjadi spermatogonia,yang terdiri dari dua jenis;spermatogonia jenis A yang membelah secara mitosis untuk terus-menerus menyediakan sel induk dan spermatogonia jenis B,yang berkembang menjadi spermatosit primer.BIla peristiwa-peristiwa spermatogenesis tersebut berlangsung normal,beberapa jenis sel A meninggalkan populasi sel induk dan berkembang menjadi generasi sebelumnya.kalau sel-sel ini selanjutnya mengalami mitosis,terbentuklah spermatosit primer.Spermatosit primer kemudia memasuki masa profase yang panjang(22 hari),diikuti dengan selesainya meosis I dengan cepat dan pembentukan spermatosit sekunder.sel-sel ini mulai membentuk spermatid pada pembelahan meosis kedua,yang mengandung jumlah haploid 23 kromosom.Sepanjang rangkaina peristiwa ini ,dari saat sel jenis A meninggalkan populasi sel inuk sampai ke pembentukan spermatid
Gambar spermatogenesis
A. Fase Embrionik
Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.
Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage).
Sumber : http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=5&language=40&illustrated=1
Sumber : http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=7&language=40&illustrated=1
3 tahapan fase embrionik yaitu :
a. Morula
Ø Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat.
Ø Morulasi yaitu proses terbentuknya morula
Sumber :
b. Blastula
Ø Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan.
Ø Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan.
Ø Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.
Ø Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.
Gastrula
Ø Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.
Ø Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya.
Ø Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata.
Ø Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata.
Ø Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.
Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.
Contohnya :
a. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera.
b. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
c. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.
Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.
Contohnya :
a. Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.
Pertumbuhan dan perkembangan manusia
Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut.
Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :
1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.
Tahapan perkembangan pada masa embrio
ü Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
ü Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.
ü Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
ü Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
ü Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
ü Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
ü Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
ü Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
ü Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
B. Fase Pasca Embrionik
Fase Pasca Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup setelah masa embrio, terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi setelah dilahirkan.
Pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi biasanya hanya peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh dari makhluk hidup. Kecepatan pertumbuhan dari masing-masing makhluk hidup berbeda-beda satu dengan yang lain. Setelah lahir disebut dengan nama bayi dan memasuki masa neonatal.
Fase ini memiliki beberapa tahap yaitu :
Masing-masing tahapan mempunyai ciri dan karakteristik tersendiri yang merupakan ciri khas yang dapat dijadikan pertanda.
C. Hormon yang berperan pada prose kehamilan
· Progesteron; menghambat kontraksi selama masa kehamilan, menebalkan dinding rahim untuk membangun plasenta, mempengaruhi peningkatan suhu tubuh, mempersiapkan payudara untuk fase menyusui dan mempengaruhi suasana hati. Namun progesteron juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah melambat dan membuat Anda mudah pusing, mual dan muntah, menurunkan gairah seks serta memperlambat kerja sistem pencernaan yang menyebabkan Anda sering mengalami kembung dan sembelit.
· Estrogen; merangsang pertumbuhan payudara, mengendurkan jaringan untuk menunjang proses pembesaran perut dan memperkuat dinding rahim untuk mengatasi kontraksi. Namun estrogen juga dapat menyebabkan jaringan dan sendi tubuh melemah sehingga Anda kerap mengalami nyeri punggung.
· HCG (Human Chorionic Gonadotropin); mempertahankan korpus luteum –bagian yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron- hingga plasenta terbentuk dengan sempurna. Hormon ini terbentuk dari jaringan bagian luar janin pada saat awal pertumbuhan janin dan plasenta.
· Placental Lactogen; merangsang pertumbuhan janin, juga mengubah metabolisme karbohidrat dan lemak sesuai kebutuhan janin. Sesuai namanya, hormon ini dihasilkan oleh plasenta. .
D.Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi biasanya dimulai pada wanita muda umur 12-15 tahun (menarche) yang terus berlanjut sampai umur 45-50 tahun (menopause). Kerjahormon-hormon ovarium (estrogen dan progesteron) di bawah rangsang hormone lobus anterior hipofisis menyebabkan modifikasi struktur endometrium yang disebut siklus menstruasi. Lama (durasi) siklus sangat bervariasi, pada umumnya rata-rata 28 hari. Dalam praktek awal siklus dicatat pada saat munculnya “darah” menstruasi yaitu desquamasi endometrium, serpihan pembuluh darah dan darah. Fase siklus menstruasi, sebagai berikut : hari pertama sampai keempat sebagai fase menstruasi, hari kelima sampai keempat belas fase proliferasi dan hari kelima belas sampai hari kedua puluh delapan sebagai fase sekresi (luteal). Pentingnya mengamati perjalanan siklus menstruasi setiap wanita agar dapat diusahakan pengaturan siklus apabila terjadi gangguan proses menstruasinya. Dalam praktek biostimulasi dengan sinar laser dapat dibantu ketepatan waktu agar menstruasi wanita teratur setiap bulannya setelah mempelajari terlebih dahulu pola
E.GAMBARAN STRUKTUR ENDOMETRIUM PADA FASE SIKLUS MENSTRUASI
Setelah fase menstruasi berakhir jaringan endometrium yang tinggal adalah lapisan basal yang disebut juga lapisan fungsional. Jaringan endometrium fase menstruasi oleh doronagn hormon estrogen berploriferasi, mitosis terjadi diepetel kelenjar yang mulanya lurus, lumen dangkal dan sempit menjadi lebih dalam dan berkelok-kelok lumennya lebar oleh sikret disertai jaringan stroma edema. Keadaan ini juga disertai pemanjangan belokan-belokan spiral arteri kepermukaan endometrium (fase sekresi) pada fase ini tebal endometrium ± 5 mm. Apabila fertilisasi ovumdan nidasi ovum ke endometrium tidak terjadi, kadar estrogen dan progesteron turun tiba-tiba.
Embrio (bahasa Yunani: έμβρυον) adalah sebuah eukariota diploid multisel dalam tahap paling awal dari perkembangan.
2. Gametogenesis :Konversi Sel-sel benih menjadi gamet pria dan wanita
Perkembangan gen seseorang manusia dimulai dengan pembuahan ,sutau proses dimana spermatozoa dari pria dan oosit dari wanita bergabung membentuk suatu organisme baru yaitu zigot.Dalam persiapanuntuk pembuahan,baik sel benih pria maupun wanita tersebut mengalami sejumlah perubahan yang melibatkan kromosom maupun sitoplasma .Sejumlah perubahan ini memiliki dua tujuan :
A. Mengurai junlah kromosom dari jumlah diploid 46,yang ditemukan pada sel somatik menjadi jumlah haploid 23,yang kita temukan pada gamet.
B. Mengubah bentuk sel-sel benih sebagai persiapan untuk pembuahan .Sel benih pria yang mula-mula besar dan bulat ,praktis kehilangan semua sitoplasmanya dan membentuk kepala ,leher dan ekor .Sel benih wanita,sebaliknya ,berangsur-angsur menjadi lebihh besar sebagai akibat dari penambahan jumlah sitoplasma .Pada saat mencapai kematangan ,oosit memiliki garis tengah kira-kira 120 um.
Sel somatic manusia mengandung 23 pasang atau jumlah kromosom yang diploid .Ada 22 pasang kromosom yang tepat sama ,autosom dan 1 pasang kromosom seks .Kalau pasangan kromosom seks tersebut adalah XX,individu tersebut secara genetika wanita;kalau pasangan tersebut adalah XY.
a. Oogenesis
Begitu sel-sel benih primodial tiba kelenjar kelamin yang secara genetic wanita. Mereka berdeferisiansi menajdi oogania .Sel ini mengalmai sejumlah pembelahan mitosis dan menjelang akhir bual ketiga,mereka tersusun dalam kelompok-kelompok yang dikelilingi selapis sel epitel gepeng.
Memasuki pubertas ,5-15 folikel primordial mulai mencapai kematangan pada setiap daur ovarium.Oosit primer(tetap dalam tahap diploten) mulai membesar ,sementara sel folikuler yang mengelilinya berubah bentuk dari gepeng menjadi kuboid dan berproliferasi membentuk epitel bertingkat sel granulose.Folikel ini sekarang disebut folikel primer.sel granulose terletak di atas suatu membrane basalis yang memisahkan mereka dari sel stroma sekelilingnya yang membentuk teka folikuli.Disamping itu sel-sel granulose dan oosit mengeluarkan suatu lapisan glikoprotein pada permukaan oosit tersebut ,sehingga membentuk zona pelusida.Karena folikel terus berkembang ,sel-sel folikuli menjadi tersusun menjadi satu lapisan dalam sel sekretorik.
Gambar oogenesis
b. Spermatogenesis
Spermatogenesis mencakup semua peristiwa yang berlangsung pada saat spermatogonia berubah menjadi spermatozoa.Pada pria,diferensiasai sel benih primordial mulai pada masa pubertas;tetapi pada wanita ,proses ini mulai in utero pada bulan ketiga perkembangan .Pada saat lahir ,sel benih pada laki-laki dapat dikenali di dalam tali benih testis sebagai sel yang besar,pucat,dikelilingi sel penunjang.
Sesat sebelum pubertas,tali benih menajdi berongga dan menjadi tubuli seminiferi.Kira-kira pada saat yang sama ,sel benih primordial berkembang menjadi spermatogonia,yang terdiri dari dua jenis;spermatogonia jenis A yang membelah secara mitosis untuk terus-menerus menyediakan sel induk dan spermatogonia jenis B,yang berkembang menjadi spermatosit primer.BIla peristiwa-peristiwa spermatogenesis tersebut berlangsung normal,beberapa jenis sel A meninggalkan populasi sel induk dan berkembang menjadi generasi sebelumnya.kalau sel-sel ini selanjutnya mengalami mitosis,terbentuklah spermatosit primer.Spermatosit primer kemudia memasuki masa profase yang panjang(22 hari),diikuti dengan selesainya meosis I dengan cepat dan pembentukan spermatosit sekunder.sel-sel ini mulai membentuk spermatid pada pembelahan meosis kedua,yang mengandung jumlah haploid 23 kromosom.Sepanjang rangkaina peristiwa ini ,dari saat sel jenis A meninggalkan populasi sel inuk sampai ke pembentukan spermatid
Gambar spermatogenesis
A. Fase Embrionik
Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.
Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage).
Sumber : http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=5&language=40&illustrated=1
Sumber : http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=7&language=40&illustrated=1
3 tahapan fase embrionik yaitu :
a. Morula
Ø Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat.
Ø Morulasi yaitu proses terbentuknya morula
Sumber :
b. Blastula
Ø Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan.
Ø Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan.
Ø Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.
Ø Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.
Gastrula
Ø Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.
Ø Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya.
Ø Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata.
Ø Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata.
Ø Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.
Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.
Contohnya :
a. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera.
b. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
c. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.
Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.
Contohnya :
a. Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.
Pertumbuhan dan perkembangan manusia
Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut.
Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :
1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.
Tahapan perkembangan pada masa embrio
ü Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
ü Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.
ü Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
ü Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
ü Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
ü Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
ü Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
ü Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
ü Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
B. Fase Pasca Embrionik
Fase Pasca Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup setelah masa embrio, terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi setelah dilahirkan.
Pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi biasanya hanya peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh dari makhluk hidup. Kecepatan pertumbuhan dari masing-masing makhluk hidup berbeda-beda satu dengan yang lain. Setelah lahir disebut dengan nama bayi dan memasuki masa neonatal.
Fase ini memiliki beberapa tahap yaitu :
Masing-masing tahapan mempunyai ciri dan karakteristik tersendiri yang merupakan ciri khas yang dapat dijadikan pertanda.
C. Hormon yang berperan pada prose kehamilan
· Progesteron; menghambat kontraksi selama masa kehamilan, menebalkan dinding rahim untuk membangun plasenta, mempengaruhi peningkatan suhu tubuh, mempersiapkan payudara untuk fase menyusui dan mempengaruhi suasana hati. Namun progesteron juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah melambat dan membuat Anda mudah pusing, mual dan muntah, menurunkan gairah seks serta memperlambat kerja sistem pencernaan yang menyebabkan Anda sering mengalami kembung dan sembelit.
· Estrogen; merangsang pertumbuhan payudara, mengendurkan jaringan untuk menunjang proses pembesaran perut dan memperkuat dinding rahim untuk mengatasi kontraksi. Namun estrogen juga dapat menyebabkan jaringan dan sendi tubuh melemah sehingga Anda kerap mengalami nyeri punggung.
· HCG (Human Chorionic Gonadotropin); mempertahankan korpus luteum –bagian yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron- hingga plasenta terbentuk dengan sempurna. Hormon ini terbentuk dari jaringan bagian luar janin pada saat awal pertumbuhan janin dan plasenta.
· Placental Lactogen; merangsang pertumbuhan janin, juga mengubah metabolisme karbohidrat dan lemak sesuai kebutuhan janin. Sesuai namanya, hormon ini dihasilkan oleh plasenta. .
D.Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi biasanya dimulai pada wanita muda umur 12-15 tahun (menarche) yang terus berlanjut sampai umur 45-50 tahun (menopause). Kerjahormon-hormon ovarium (estrogen dan progesteron) di bawah rangsang hormone lobus anterior hipofisis menyebabkan modifikasi struktur endometrium yang disebut siklus menstruasi. Lama (durasi) siklus sangat bervariasi, pada umumnya rata-rata 28 hari. Dalam praktek awal siklus dicatat pada saat munculnya “darah” menstruasi yaitu desquamasi endometrium, serpihan pembuluh darah dan darah. Fase siklus menstruasi, sebagai berikut : hari pertama sampai keempat sebagai fase menstruasi, hari kelima sampai keempat belas fase proliferasi dan hari kelima belas sampai hari kedua puluh delapan sebagai fase sekresi (luteal). Pentingnya mengamati perjalanan siklus menstruasi setiap wanita agar dapat diusahakan pengaturan siklus apabila terjadi gangguan proses menstruasinya. Dalam praktek biostimulasi dengan sinar laser dapat dibantu ketepatan waktu agar menstruasi wanita teratur setiap bulannya setelah mempelajari terlebih dahulu pola
E.GAMBARAN STRUKTUR ENDOMETRIUM PADA FASE SIKLUS MENSTRUASI
Setelah fase menstruasi berakhir jaringan endometrium yang tinggal adalah lapisan basal yang disebut juga lapisan fungsional. Jaringan endometrium fase menstruasi oleh doronagn hormon estrogen berploriferasi, mitosis terjadi diepetel kelenjar yang mulanya lurus, lumen dangkal dan sempit menjadi lebih dalam dan berkelok-kelok lumennya lebar oleh sikret disertai jaringan stroma edema. Keadaan ini juga disertai pemanjangan belokan-belokan spiral arteri kepermukaan endometrium (fase sekresi) pada fase ini tebal endometrium ± 5 mm. Apabila fertilisasi ovumdan nidasi ovum ke endometrium tidak terjadi, kadar estrogen dan progesteron turun tiba-tiba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar