Senin, Oktober 05, 2009

Sistem respirasi


Sistem respirasi berkaitan dengan pergerakan udara yang masuk dan keluar paru-paru.Paru-paru adalah tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara udara dan darah.Kedua proses pertukaran ini penting.Semua sel dalam tubuh kita harus mendapat cukup oksigen untuk menjalankan respirasi sel guna menghasilkan ATP.Hal yang sama penting adalah eliminasi CO2 yang dihasilkan sebagai produk buangan respirasi sel, dan sebagaimana kita telah ketahui,fungsi system peredaran sangat penting untuk transport gas-gas ini dalam darah. Kita bernapas begitu saja,biasanya dengan kecepatan 12 sampai dengan 20 kali permenit,dan lebih cepat ketika diperlukan.( Scanlon, Valerie C. 2007. Buku ajar anatomi dan fisiologi Ed.3. Jakarta. Penerbit buku kedokteran EGC).
Jalan napas
Jalan napas –rongga hidung ,faring laring,trakea,bronkus,dan bronkolios-menghantarkan udara dari atmosfir ke dalam alveolus(ventilasi).
Bronkus terbagi secara dikotomi,lambat laun menjadi mengecil dan berdinding lebih tipis pada saat udara melintas dari hilummenuju periferBila dinding-dinding tersebut sudah tidak bertulang rawan,jalan napas ini dinamakn bronkiolus.Bronkiolus berdiameter kurang dari 2mm,memiliki dinding-dinding otot polos dan berakhir pada alveolus.
Bagian Konduksi
Rongga Hidung
Farings
Larings
Trakhea
Bronkus dan cabangnya
2. Bagian Transisi
Bronkiolus- Respiratorius
3. Bagian Respirasi
Duktus Alveolaris
Atrium
Sakus Alveolaris
Alveoli

1. Vestibulum Nasi

2. Fosa Nasalis
- Regio Respiratorik
- Regio Olfaktorik

Sinus Paranasalis

(Ham A.W. and Cornmarcck D.W: Histology,2nd ed. Philadelphia, J.B. Lipioncott, 1984)

1.Vestibulum Nasi
Berbentuk ruangan bilateral simetris yang dipisahkan oleh septum nasi di tengahnya,berupa jaringan tulang rawan .Epitel di bagian depan sama dengan epitel kulit berlapis pipihdengan kornifikasi dilengkapi rambut-rambut kasar yang mengarah ke luar sebagai penyaring,partikel asing dalam udarapernafasan.
2. Area Respiratorik
Bersama-sama dengan area olfatorik berada bersama-sama di dalam suatu tempat yang dibut fosa nasalis.
3.Area Olfaktoris
Bagian ini berada di bagian atas nasi dan permukaan concha nasalis superior.
4.Sinus Paranasalis
ruangan-ruangan yang berada di sekitar rongga hidung sinus frontalis,makslaris,sfenoidalis dan ethmoidalis.
Kompensasi Respiratorik
Jika keseimbangan pH disebabkan oleh suatu selain perubahan respirasi,disebut asidosis atau alkolosis metabolic.
Asidosis metabolic dapat disebabkan oleh diabetes mellitus yang tidak ditangani
Alkolosis metabolic jarang terjadi ,tetapi dapat disebabkan oleh ingesti obat bersifat basa dalam jumlah yang berlebihan
Mekanisme bernapas
ventilasi adalah pergerakan udara yang memasuki dan keluar paru-paru inhalasi dan ekshalasi.
pusat respirasi terdapat di medulla danpons
otot-otot pernapasan adalah otot diafragma dan otot muskuli interkostale eksterni serta interni
a.tekanan atmosfer adalah tekanan udara :760 mmhg pada permukaan laut
b.tekanan interplural terdapat dalam ruangan potensial pleural :selalu sedikit di bawah tekanan atmosfer.
Inhalasi (Inspirasi)
1. Implus motorik dari medulla berjalan sepanjang nervus frenikus menuju diafragma,yang berkontraksi dan bergerak ke bawah.
2. pleura vierallis bersatu dengan pleura pariettalis dan juga mengembang dan kemudian mengembangkan paru-paru
Ekshalasi (ekspirasi)
implus motorik dari medulla menurn dan diafragma serta muskulus interkostale eksterni bereklasasi.
rongga dada menjadi lebih kecil dan mengompresi paru-paru
paru-paru yang elastis mengerut dan mengompresi paru-paru lebih lanjut
Pertukaran Gas
respirasi eksternal adalah pertukaran gas antara udara dalam alveoli dan darah dalam kapiler pulmonal
respiarsi internal adalah pertukaran gas antar darah di kapiler sistematik dan cairan jaringan sel
udara yang terihalasi adalah 21%O2 dan 0.04% CO2.Udara yang terekhalasi adalah 16%O2dan 4,5% CO2

Volume Pulmonal
1. volume Tidal- jumlah udara dalam satu kali inhalasi dan ekshalasi normal
2. volume respirasi permenit-jumlah udara yang diinhalasi dalam satu menit
3. cadangan inspirasi-jumlah udara di luar tidal dalam inhalasi maksimal
4. cadangan ekspirasi-jumlah udara di luar tidal dalam ekshalasi yang paling kuat.
5. kapsitas tvital-jumlah volume tidal ,cadangan inspirasi dan ekspirasi.
6. volume residu-jumlah udara yang tersisa dalam paru-paru setelah ekshalasi paling kuat;memungkinkan kesinambungan pertukaran gas.
(Scanlon, Valerie C. 2007. Buku ajar anatomi dan fisiologi Ed.3. Jakarta. Penerbit buku kedokteran EGC)

BAYI Prematur
Respiratory Distress Syndrome (RDS) disebut juga Hyaline Membrane Disease (HMD), merupakan sindrom gawat napas yang disebabkan defisiensi surfaktan terutama pada bayi yang lahir dengan masa gestasi kurang. Manifestasi dari RDS disebabkan adanya atelektasis alveoli, edema, dan kerosakan sel dan selanjutnya menyebabkan bocornya serum protein ke dalam alveoli sehingga menghambat fungsi surfaktan. Saat ini RDS didapatkan kurang dari 6% dari seluruh neonatus.
Penyebab defisiensi surfaktan
Ada 4 faktor penting penyebab defisiensi surfaktan pada RDS yaitu prematur, asfiksia perinatal, maternal diabetes, seksual sesaria. Respiratory Distress Syndrome (RDS) disebut juga Hyaline Membran Disease (HMD) didapatkan pada 10% bayi prematur, yang disebabkan defisiensi surfaktan pada bayi yang lahir dengan masa gestasi kurang. Surfaktan biasanya didapatkan pada paru yang matur. Fungsi surfaktan untuk menjaga agar kantong alveoli tetap berkembang dan berisi udara, sehingga pada bayi prematur dimana surfaktan masih belum berkembang menyebabkan daya berkembang paru kurang dan bayi akan mengalami sesak nafas. Gejala tersebut biasanya muncul segera setelah bayi lahir dan akan bertambah berat.
Manifestasi
Manifestasi dari RDS disebabkan adanya atelektasis alveoli, edema, dan kerosakan sel dan selanjutnya menyebabkan kebocoran serum protein ke dalam alveoli sehingga menghambat fungsi surfaktan. Gejala klinikal yang timbul iaitu : adanya sesak nafas pada bayi prematur segera setelah lahir, yang ditandai dengan takipnea (> 60 x/minit), pernafasan cuping hidung, grunting, retraksi dinding dada, dan sianosis, dan gejala menetap dalam 48-96 jam pertama setelah lahir. Berdasarkan foto thorak, menurut kriteria Bomsel ada 4 stadium RDS iaitu :pertama, terdapat sedikit bercak retikulogranular dan sedikit bronchogram udara, kedua, bercak retikulogranular homogen pada kedua lapangan paru dan gambaran airbronchogram udara terlihat lebih jelas dan meluas sampai ke perifer menutupi bayangan jantung dengan penurunan aerasi paru. ketiga,alveoli yang kolaps bergabung sehingga kedua lapangan paru terlihat lebih opaque dan bayangan jantung hampir tak terlihat, bronchogram udara lebih luas. keempat, seluruh thorax sangat opaque ( white lung ) sehingga jantung tak dapat dilihat RDS.










Skema bayi premature yang surfaktan tidak berkerja denga baik
Sianosis
Sianosis adalah perubahan warna kebiruan gelap pada kulit dan membrane mukosa karena terjadi peninggian jumlah (lebih dari g/dL0hemoglobin tereduksi.
Dua mekanisme yang dapat menyebabkan sianosis:
Sianosis sentral disebabkan oleh campuran darah vena terdeoksigenasi dengan darah arteri teroksigenasi di dalam jantung dan paru
Sianosis perifer disebabkan oleh peningkatan hantaran oksigen ke jaringan ,yang mengakibatkan reduksi berlebihan pada hemoglobin yang tersaturasi normal.
Sianosis sentral dapat dibedakan dari sianosis perifer oleh keberadaan perubahan warna biru pada membrane mukosa seperti lidah ,selain yang terdapat pada kulit;pada sianosis perifer,membrane mukosa yang hangat berwarna normal.

Analisis Gas Darah
Biasanya dalam pemeriksaan gas darah yang digunakan adalah arteri dialis sering dipili karena arteri ini mudah dicapai .PaCO2 merupakan petunjuk Va yang terbaik .Bila PaCO2 meningkat,penyebab langsung hipoventilasi alveolar.Hipoventilasi alveolar dapat terjadi Vt menurun seperti pada pernapasan yang cepat dan dangkal
Pengukuran gas darah
simbol
Nilai normal
Tekanan CO2
PaCO2
35-45 mm Hg
Tekanan O2
PaO2
80-100 mm Hg
Presentase kejenuhan O2
SaO2
97
Konsentrasi ion hydrogen bikarbonat
pH HCO#
7,35-7,45





Tidak ada komentar: