1. Definisi dan Terminologi
Menua adalah proses yang mengubah seorang dewasa sehat menjadi seorang yang frail dengan berkurangnya sebagian besar cadangan system fisiologis dan meningkattnya kerentanan terhadap berbagai penyakit dan kematian .Seiring dengan bertambahnya usia ,terjadi berbagai perubahanfisiologis yang tidak hanya berpengaruh terhadap penampilan fisis namun juga terhadap fungsi dan tanggaannya pada kehidupan sehari-hari.(Siti,2006)
Terdapat beberapa istilah yang digunakan oleh gerontologi ketika membicarakan proses menua:
a. aging : menunjukkan efek waktu;suatu proses perubahan ,biasanya bertahap dan spontan
b. senescence hilangnya kemapuan sel untuk membelah dan berkembang (dan seiring waktu akan menyebabkan kematian)
c. homeostenosis:penyempitan/berkurangnya cadngan homeostasis yang terjadi selama penuaan pada setiap system organ.
Istilah aging yang hanya menunjukkan efek waktu,dianggap tidak mewakili apa yang terjadi pada proses menua.Sebab berbagai proses yang terjadi seiring waktu ,seperti perkembangn (development),dapat disebut aging .Aging merupakan proses yang terus berlangsung (continuum) yang dimulai dengan perkembagan (development) yaitu proses generative seiring waktu yang dibutuhkan untuk kehidupan ,dan dilanjutkan dengan senescence digunakan untuk mengggambarkan turunnya fungsi suatu organisme sejalan dengan penuaan dan meningkatnya kemungkinan kematian.
2.Teori mengenai proses menua
Berbagai teori mengenai proses penuaan telah diajukan ,namun hingga 20 tahun yang lalu teori-teori tersebut kelihatannya sama dengan teori-tepori penuaan yang pernah diajukan 200 tahun bahkan 2000 tahun yang lalu.Beberapa teori menua yang telah ditingggalkan dan ditolak anatara laian adalah:
a. model error catastrophe yang diperkenalkan oleh Orgel
b. teori laju kehidupan f yang diajukan oleh Pearl dan
c. Hipotessis glukokortikoidf
Suatu teori mengenai penuaan dapat dikatakan valid bila ia dapat memenuhi tiga criteria umum berikut;
I. teori yang dikemukakakn tersebut harus terjadi secara umum di seluruh anggota spesies yang dimaksud
II. proses yang dimaksud pada teori itu harus terjadi secara progresif seiring dengan waktu
III. proses yang terjadi harus menghasilkan perubahan yang menyebabkan disfungsi organ dan menyebabkan kegagalan suato organ atau system tubuh tertentu
Dari berbagai penelitian penelitian tersebut ,terdapat tiga hal mendasr yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun berbagai teori menua . Ketiga hal fundamental tersebut adalah :
1. Pola penuaan pada hamper semua spesies mamalia diketahui sama
2. Laju penuaan ditentukan oleh gen yang sangat bervariasi pada setiap spesies
3. Laju penuaan dapat diperlambat dengan pembatasan kalori,setidaknya pada hewan tikus.
Beberapa teori tentang menua yang dapat diterima saat ini antara lain:
1. teori “radikal bebas”
teori radikal bebas yang menyebutkan bahwa produks hasil metabolism oksidatif yang sangat rteaktif (radikal bebas) dapat bereaksi dengan berbagi komponen penting selular ,termasuk protein,DNA,dan lipid dan menjadi molekul-molekul yang tidak berfungsi naumun bertahan lama dan mengganggu fungsi sel lain
teori radikal bebas diperlkenalkan pertama kali oleh Denham Harman pada tahun 1956,yang menyatakan bahwa proses menua normal merupakan akibat kerusakan radikal bebas.Harman menyatakan bahwa mitokondria sebagi generator radikal bebas ,juga merupakan target kerusakan radikal bebas tersebut.
Radikal bebas adalah senyawa kimia yang bersisi electron tidak berpasangan .Radikal bebas terbentuk sebagai hasil sampingan berbagi proses selular atau metabolism normal yang melibatkan oksigen sebagai contoh adalah reactive oxygen species (ROS) dan reactive nitrogen species (RNS) yang dihasilkan selama metabolism normal karena elektronnya tidak berpasangan ,secar kimiawi radikal bebas akan mencari pasangan electron lain dengan bereaksi dengan substansi lain terutam protein dan lemak tak jenuh.Melalui proses oksidasi ,radikal bebas yang dihasilkan selam fosforilasi oksidatif dapat menghasilkan berbagai modifikasi makromolekul .Sebagi contoh ,karena membran mengandug sejumlah lemak
Sebenarnya tubuh diberi kekuatan untuk melawan radikal bebas berupa antioksidan tersebut dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas tersebut.
2. Teori Glikosilasi
Teori glikosilasi yang menyatakan bahwa proses glikosilasi nonenzimatik yang menghasilkan pertautan glukosa-protein yang disebut sebagai advanced glycation end products (AGEs) dapat menyebabkan penumpukan protein dan makromolekul lain yang termodifikasi sehingga terjadi disfungsi pada hhewan atau manusia yang menua. Manakala manusia menua,AGEs berakumulasi di berbagai jaringan ,termasuk kolagen ,hemoglobin ,lensa mata.Karena muatan kolagennyatinggi ,jaringan ikat menjadi kurang elastic dan kaku Kondisi tersebut dapat mempengaruhi elasitasdinding pembuluh darah.AGEs diduga juga berinteraksi dengan DNA dan kareanya mungkin mengganggu kemampuan sel untuk memperbaiki perubahan pada DNA.
3. Teori DNA repair
Teori dna repair yang dikemukakan oleh Hart dan Setlow .Mereka menunjukkan bahwa danya perbedaan pola laju perbaikan (repai) kerusakan DNA yang diinduksi sinar ultraviolet (UV) pada berbagai fibroblast yang dikultur .Fibroblas pada spesies yang mempunyai umur maksimum terpanjang menunjukkan laju DNA repair tebesar,korelasi ini dapat ditunjukkan pada berbagi mamalia dan primate.
Selain teori-teori di atas,beberapa teori lain juga telah dikemikakan untuk menjelaskan proses yang terjadi selama penuaan antara lain: aging by program ,teori gen dan mutasigen ,cross –linkage theory,cellulargarbagetheory,wear-and-tear theory,dan teori autoimun
3.Fisiologi Proses menua
Homeostenosis yang merupakan karakteristik fisiologi penuaan adalah keadaan penyempitan (berkurangnya) cadangan homeostasis yang terjadi seiring meningkatnya usia pada system organ.Dapat dilihat bahwa seiring bertambahnya usia jumlah cadangan fisiologis untuk menghadapi berbagai perubahan berkurang .Setiap challenge terhadap homeostasis merupakan pergerakan menjauhi keadaan dasar(baseline),dan semakin besar challenge yang terjadi maka semaikin besar cadangan fisiologis yang diperlukan untuk kembali ke homeostasis.
4.Beberapa perubahan yang terjadi pada berbagai system tubuh pada proses menua
a) Tulang:
Melambatnya penyembuhan fraktur
Berkurangnya formasi osteoblas pada tulang
b) Sendi:
Terganggunya matriks kartilago
Modifikasi proteoglikan dan glikosaminoglikan
c) Hematologi:
Berkurangnya cadangan sumsum tulang akibat kebutuhan yang meningkat attenuated retikulosis terhadap pemberian eritropoetin
d) Tekanan darah:
Terganggunya perfusi autoregulasi otak
Berkurangnya vasodilatasi yang dimediasi beta-adrenergenik
Peningkatan tekanan darah sistolik,tekanan darah diastolic tidak berubah
BAB III
PEMBAHASAN
1. Nama pasien : Pak Bejo
2. Umur :81 tahun
3. Keluhan yang diderita pasien:
a. Penglihatannya dan pendengarannya tak setajam dahulu
b. Tubuhnya sudah keriput,serta kedua tangannya tremor bila memegang sesuatu
c. Demensia dan insomnia
d. Pada pagi hari mengeluhkan seluruh persendian badan kaku dan sulit digerakkan
A.Demensia Demensia adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, fikiran, penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian. Pada usia muda, demensia bisa terjadi secara mendadak jika cedera hebat, penyakit atau zat-zat racun (misalnya karbon monoksida) menyebabkan hancurnyasel-selotak. Tetapi demensia biasanya timbul secara perlahan dan menyerang usia diatas 60 tahun. Namun demensia bukan merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Sejalan dengan bertambahnya umur, maka perubahan di dalam otak bisa menyebabkan hilangnya beberapa ingatan (terutama ingatan jangka pendek) dan penurunan beberapa kemampuan belajar. Perubahan normal ini tidak mempengaruhi fungsi. Lupa pada usia lanjut bukan merupakan pertanda dari demensia maupun penyakit Alzheimer stadium awal. Demensia merupakan penurunan kemampuan mental yang lebih serius, yang makin lama makin parah. Pada penuaan normal,
PENYEBABYang paling sering menyebabkan demensia adalah penyakit Alzheimer. Penyebab penyakit Alzheimer tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik, karena penyakit ini tampaknya ditemukan dalam beberapa keluarga dan disebabkan atau dipengaruhi oleh beberapa kelainan gen tertentu. Pada penyakit Alzheimer, beberapa bagian otak mengalami kemunduran, sehingga terjadi kerusakan sel dan berkurangnya respon terhadap bahan kimia yang menyalurkan sinyal di dalam otak. Di dalam otak ditemukan jaringan abnormal (disebut plak senilis dan serabut saraf yang semrawut) dan protein abnormal, yang bisa terlihat pada otopsi. Demensia sosok Lewy sangat menyerupai penyakit Alzheimer, tetapi memiliki perbedaan dalam perubahan mikroskopik yang terjadi di dalam otak. Penyebab ke-2 tersering dari demensia adalah serangan stroke yang berturut-turut. Stroke tunggal ukurannya kecil dan menyebabkan kelemahan yang ringan atau kelemahan yang timbul secara perlahan. Stroke kecil ini secara bertahap menyebabkan kerusakan jaringan otak, daerah otak yang mengalami kerusakan akibat akibat tersumbatnya aliran darah disebut infark. Demensia yang berasal dari beberapa stroke kecil disebut demensia multi-infark. Sebagian besar penderitanya memiliki tekanan darah tinggi atau kencing manis, yang keduanya menyebabkan kerusakan pembuluh darah di otak.
Usia lanjut yang menderita depresi juga mengalami pseudodemensia. Demensia biasanya dimulai secara perlahan dan makin lama makin parah, sehingga keadaan ini pada mulanya tidak disadari. Terjadi penurunan dalam ingatan, kemampuan untuk mengingat waktu dan kemampuan untuk mengenali orang, tempat dan benda. Penderita memiliki kesulitan dalam menemukan dan menggunakan kata yang tepat dan dalam pemikiran abstrak (misalnya dalam pemakaian angka). Demensia karena penyakit Alzheimer biasanya dimulai secara samar. Gejala awal biasanya adalah lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi; tetapi bisa juga bermula sebagai depresi, ketakutan, kecemasan, penurunan emosi atau Terjadi perubahan ringan dalam pola berbicara; penderita menggunakan kata-kata yang lebih sederhana, menggunakan kata-kata yang tidak tepat atau tidak mampu
Gangguan yang terjadi akibat proses degenerasi sel-sel neuron otak di area temporo-parietal dan frontalis itu juga ditandai dengan gangguan perilaku seperti agresif (menjadi galak, kasar, tidak jarang menyerang secara fisik). Gejala lain, orang tersebut sering gelisah, suka menimbun barang, sering berteriak pada tengah malam, kekhawatiran, delusi, sikap impulsif dan kecenderungan mengulang-ulang pertanyaan. Setelah gejala awal ini terdeteksi sebaiknya yang bersangkutan segera berkonsultasi dengan dokter supaya bisa segera didiagnosis jenis gangguannya dan diobati sesuai dengan tingkat keparahan gangguannya.
Dalam pengobatan demensia alzheimer, diagnosa dini yang diikuti pengobatan dini secara berkelanjutan dan menetap akan memberikan manfaat yang bermakna bagi pasien dan keluarga. Anamnesis yang teliti harus meliputi riwayat medik umum, riwayat neurologis, riwayat neurobehavior, riwayat pemakaian obat-obatan, riwayat psikiatris dan riwayat keluarga.
Menurut panduan dari American Academy of Neurology (AAN) untuk penanganan demensia obat yang digunakan dalam penanganan demensia alzheimer merupakan obat asetilkolinesterase inhibitor, vitamin, antioksidan dan donepezil. Di samping terapi obat, juga perlu terapi non farmakologis, yakni rehabilitasi medik, psikoterapi, terapi bicara dan terapi okupasional juga diperlukan dalam penanganan demensia alzheimer.
B.Insomnia
Insomnia dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 - 50% populasi mengalami insomnia.
Insomnia dapat menyerang semua golongan usia. Meskipun demikian, angka kejadian insomnia akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini mungkin disebabkan oleh stress yang sering menghinggapi orang yang berusia lebih tua. Disamping itu, perempuan dikatakan lebih sering menderita insomnia bila dibandingkan laki laki. Selain insomnia kronis, terdapat dua jenis insomnia lainnya, yaitu insomnia transient dan insomnia jangka pendek. Insomnia transient terjadi jika keluhan sulit tidur berlangsung kurang dari satu minggu. Biasanya disebabkan stres akut atau akibat sistem pekerjaan berdasarkan shift.Sedangkan insomnia jangka pendek, jika keluhan sulit tidur terjadi dalam 1-4 minggu. Insomnia jenis ini disebabkan stres yang terus menerus atau akibat penyakit akut
Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mengurangi serangan insomnia.
Berolah raga teratur. Beberapa penelitian menyebutkan berolah raga yang teratur dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olah raga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur. Dengan berolah raga, kesehatan anda menjadi lebih optimal sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.
Hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur. Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut menjadi tidak nyaman, sementara minum yang terlalu banyak akan menyebabkan anda sering ke belakang untuk buang air kecil. Sudah tentu kedua keadaan ini akan menganggu kenyenyakan tidur anda.
Tidurlah dalam lingkungan yang nyaman. Saat tidur, matikan lampu, matikan hal hal yang menimbulan suara, pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur anda. Jauhkan jam meja dari pandangan anda karena benda itu dapat membuat anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut.
Kurangi mengkonsumsi minuman yang bersifat stimulan atau yang membuat anda terjaga seperti teh, kopi. alkohol dan rokok. Minuman ini akan menyebabkan anda terjaga yang tentu saja tidak anda perlukan bila anda ingin tidur.
Makananlah makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat menjelang tidur, bila tersedia, tambahkan dengan segelas susu hangat.
Mandilah dengan air hangat 30 menit atau sejam sebelum tidur. Mandi air hangat akan menyebabkan efek sedasi atau merangsang tidur. Selain itu, mandi air hangat juga mengurangi ketengangan tubuh.
Hentikan menonton TV, membaca buku, setidaknya sejam sebelum tidur.
Gunakanlah tempat tidur anda khusus untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh anda menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat anda berbaring di tempat tidur, maka akan timbul rangsangan untuk tidur.
Lakukan aktivitas relaksasi secara rutin. Mendengarkan musik, melatih pernafasan, meditasi dan lain lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga tubuh anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempemudah anda untuk tidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar